Roasterrich

MENGAPA KOPI DIGEMARI
kopi digemari karena keseimbangan, aroma dan rasa!  Beberapa hal yang mempengaruhi aroma dan rasa kopi antara lain spesies, varietas, lokasi serta kesuburan tanah dimana kopi tersebut ditanam, peran petani pada saat panen dengan pemilihan buah kopi yang matang pada puncaknya, kemudian pemilihan proses pengolahan yang tepat, pemanggangan yang optimal sesuai kebutuhan dan penyeduhan yang baik dan tepat sangat mempengaruhi pengoptimalan aroma dan rasa asli kopi

RANGKAIAN KESEMPURNAAN
Sebuah rangkaian proses dari varietas kopi sampai cairan hitam dengan aroma dan rasa yang optimal sampai di mulut anda tidak datang begitu saja. Peran utama Sang Pencipta yang didukung oleh kesesuaian alam serta peran para petani dan para pengolah kopi.

VARIETAS
Varietas kopi adalah berbagai ragam kultivar melalui pembiakan selektif atau seleksi alam dari tanaman kopi.  Setiap varietas ini memiliki keberagaman aroma dan rasa asli bawaan,subspecies dan di pengaruhi pula oleh lokasi geografis dimana kopi ditanam.

Ragam Varietas kopi: http://en.wikipedia.org/wiki/Coffee_varietals



LOKASI PENANAMAN
Biji kopi dengan sub species yang sama dan varietas yang sama mungkin memiliki karakteristik aroma dan rasa yang berbeda bergantung di mana lokasi geografis kopi tersebut ditanam, perbedaan kesuburan, kandungan unsur hara tanah, ketinggian, iklim dan cuaca, tanaman lain sebagai penaung disekitar kopi ditanam dapat mempengaruhi karakteristik aroma dan rasa kopi. Mengakibatkan perbedaan karakteristik aroma dan rasa pada tiap tiap daerah dimana kopi terebut ditaman. Kesempurnaan akan di dapatkan jika varietas kopi ditanam pada daerah dan iklim yang sesuai.

PANEN
Proses panen dengan cara pemetikan pilih pada buah kopi matang pada puncaknya akan berbeda rasanya dengan kopi yang dipetik tidak pada puncak kematangan. Seperti buah lain yang matang pada puncak akan lebih manis dibandingkan dengan buah yang di petik sebelum puncak kematangan. Akibatnya perbedaan karakter aroma dan rasa akan berbeda pula dimana kesempurnaan akan di dapat jika buah kopi dipetik pada puncak kematangannya.

PROSES SETELAH PANEN
Pemilihan proses pengolahan kopi setelah panen untuk menjadi sebuah biji kopi yang baik juga berpengaruh terhadap karakter aroma dan rasa kopi. Ada 3 cara pemrosesan yang biasa dilakukan yaitu :

1. Proses Natural atau Dry

Setelah pemanenan, dilakukan sortasi memisahkan buah kopi yang superior dengan yang inferior untuk membedakan kualitasnya, kemudian buah di keringkan secara merata dibawah sinar matahari langsung dengan ketinggian tidak lebih dari 4 cm dan dilakukan pembalikan minimal 2 kali dalam satu hari, pengeringan ini dilakukan kurang lebih 2 minggu bergantung dengan cuaca sampai diperkirakan kadar air sekitar 15% baru bisa dikatakan kopi siap di proses pada tahap selanjutnya yaitu pengupasan kulit buah dan kulit tanduk setelah selesai tahap proses pengupasan ini, dilakukan penjemuran ulang biji kopi yang sudah terkelupas dari kulit cangkangnya hingga mencapai kadar air 12% supaya kopi